Adik Adik, ada sesuatu yang begitu penting ingin saya sampaikan sehingga langsung saja kita masuk ke point sambutan ini.

Sambutan dan Yudisium kali ini menjadi spesial karena dilakukan diera ketika dunia memasuki gerbang revolusi industri ke-empat. Waktu Anda masuk ke Unika Musi Charitas, zaman sudah diakhir masa revolusi industri ke tiga. Sekarang Anda sedang ada di era Revolusi Industri ke Empat, Era Digital.

Revolusi industri pertama terjadi pada abad 18, ketika James Watt menemukan mesin uap, yang membuat manusia mengalihkan tenaga hewan ke mesin-mesin produksi mekanis. Revolusi industri kedua berlangsung di sekitar 1870 ketika perindustrian dunia beralih ke tenaga listrik yang membuat pemilik modal mampu melakukan produksi massal. Revolusi industri ketiga terjadi di era 1960-an saat IT mampu menghadirkan otomatisasi produksi. Kini, perindustrian dan manufaktur dunia bersiap menghadapi Revolusi Industri Keempat, Era Digital. Era digital membawa semua menjadi begitu cepat. Kini lambat bukanlah pilihan. Ide dan gagasan begitu mudah disebar dan dibagikan. Produk dan layanan dikirim hanya dalam sebuah sentuhan di layar gadget. Kesempatan untuk sukses besar terbuka lebar bila berhasil masuk diawal revolusi industri ini.

Revolusi Industri ke Empat menghadirkan perubahan besar ke dunia bisnis, sebuah perubahan yang membuat mereka yang bukan siapa – siapa bisa membenamkan para raksasa penguasa industri. Lihat bagaimana Gojek si pemain baru sampai harus “memaksa” Bluebird si pemain besar beraset triliyunan meminta masuk kedalam fitur aplikasi mereka. Lihat bagaimana Matahari kini memilih menutup gerai gerai besar mereka di banyak kota dan memilih membangun bisnis retail secara online.  Orang – orang terkaya saat ini bukan lagi berasal dari pemilik asset berwujud, tapi asset – asset tidak berwujud. Pemilik bisnis layanan transportasi Online seperti Gojek dan Grab bahkan tidak memiliki kendaraan untuk mereka sewakan. Biro Travel Online Traveloka menjual tiket pesawat dan kamar hotel jauh lebih banyak dari travel konvensional manapun yang ada di Indonesia. Frekuensi transaksi di toko online Lazada dan Tokopedia begitu mengagumkan, melampaui semua toko dan mall yang pernah berdiri di republik kita. Pelaku bisnis konvensional terkejut tidak menyangka datangnya musuh besar justru bukan dari kompetitor yang mereka kenal lama, tapi dari dunia Digital. Dan serbuan kompetitor digital ini tidak terlihat secara fisik. Korban berjatuhan di sana sini. Pelaku bisnis konvensional menyalahkan pasar yang sepi, padahal yang terjadi pasar mengubah kebiasaan belanjanya.

Ini adalah era bagi mereka yang menguasai dan bisa memanfaatkan teknologi digital. Apapun jurusan Anda selama kuliah di UKMC, siapkan diri dan pikirkan bagaimana masuk dan mengkoneksikan diri kedalam era digital. Anda harus menjalin benang merah semua yang sudah anda pelajari dengan digitalisasi industri. Tamat dan lanjut sebagai pengusaha, Anda harus membuat bisnis Anda bisa diakses dan memiliki fungsi secara digital. Bila tamat lalu menjadi karyawan, jadilah karyawan yang bisa memberikan solusi – solusi yang cocok dengan digitalisasi perusahaan tempat Anda bekerja. Tidak punya basic IT ? tidak masalah. Punya uang dan tidak mau pusing bisa bayar konsultan dan tenaga yang mengerti. Punya uang dan mau sedikit pusing ? ikut kursus dan pelatihan digital untuk melengkapi pengetahuan yang sudah Anda miliki saat ini. Semua hanya soal mau atau tidak mau, bebas. Tapi kebebasan memilih itu ada harganya. Kalau mau mengikuti zaman Anda akan maju dan berkembang, tidak mau mengikuti zaman Anda tertinggal dibelakang. Industri dan manusia yang tidak siap dengan perubahan akan tutup dan hilang ditelan zaman.

Akankah Anda bagian dari mereka yang hilang ditelan perubahan zaman, atau justru menjadi bagian dari mereka yang sukses menunggangi zaman ? Saya percaya lulusan UKMC jadi bagian dari yang sukses menunggangi zaman, Setuju ?

 

Suwandi Hermawan
Property Agent Yang Bangga Dengan Almamaternya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *